Kamis, 15 Februari 2018

MICROCONTROLLER

MICROCONTROLLER


Pengendali mikro (Microcontroller) adalah sistem mikroprosesor SET yangterkandung di dalam sebuah chip. Berisi komponen pendukung sistem mikroprosesor, memori dan penyedia antarmuka (interface)Input output controller, perbedaannya dengan mikroprosesor biasanya hanya berisi CPUsaja.(kecuali SandybridgeCPU).


Perbedaan yang signifikan antara Mikroprosesor dan Mikrokontroler adalah, Mikroprosesor merupakan CPU (Central Processing Unit)tanpa memori dan I/O pendukung , sedangkan Mikrokontroler terdiri dari CPU, Memori , I/O tertentu dan unit pendukung, misalnya Analogto Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi di dalam mikrokontroler tersebut.

System ini dapat menerima signal input, mengolahnya dan memberikan signal output sesuai dengan program yang di isi ke dalamnya.

Signal inputmikrokontroler berasal dari sensor yang merupakan informasi dari lingkungannya (diskrit) sedangkan sinyal output ditujukan kepada aktuator (sebuah rangkaian elektronik untuk menggerakkan atau mengontrol sebuah mekanisme atau sistem) kemudian memberikan efek kepada lingkungannya.

Mudahnya mikrokontroler dapat dianalogykan sebagai otak dari suatu perangkat/produk yang yang diprogram agar mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sesuai dengan perintah pemrograman.Sistem mikrokontroler sering disebut sebagai embeddedsystem yaitu sistem pengendali yang tertanam pada suatu produk.

Embedded System tidak dapat berdiri Sendiri

Secara fisik cara kerja dari sebuah mikrokontroler dapat dijelaskan sebagai siklus pembacaan instruksi yang tersimpan di dalam memori. Mikrokontroler akan menentukan alamat dari memori program yang akan dibaca, dan melakukan proses pembacaan data pada memorinya. Kemudian data yang dibaca diinterprestasikan sebagai perintah yang disebut dengan program counter.

Mikrokontroler membutuhkan oscilator clock untuk memicu CPU mengerjakan satu instruksi ke instruksi berikutnya secara berurutan.Setiap langkah kecil dari operasi mikrokontroler membuthkan waktu satu atau beberapa clock siklus untuk menjalankannya.
Ada beberapa macam tipe dari memori ditemui dalam mikrokontroler, ROM (ReadOnly Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM digunakan sebagai mediapenyimpan program sedangkan dalam Sircuit elektronik modern selalunya menggunakan tipe EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) dan EEPROM (Electrical Erasable Programmable Read Only Memory). CPU,memori, osilator clock, dan I/O berada dalam satu rangkaian terpadu. Jika sebagian elemen dihilangkan, maka system ini tidak dapat bekerja.

Dialam catatan ini saya akan membahas bagaimana aplikasi sebuah microcontroller di dalam sircuit board khusunya pada Laptop motherboard .



  




























Berbeda dengan Embedded controller yang sederhana ,microcontroller pada sircuit LaptopMotherboard lebih complex dimana Embedded system memiliki external rom yang disebut dengan IC BIOS .walaupun terpisah mereka sebenarnya adalah bagian yangtidak dapat dipisahkan.

EC biosbertugas mengendalikan Power management dan lainnya sesuai dengan perintah pemograman yang memang sudah diatur berdasarkan interface antar I.O yang tersedia .Perbedaan susunan sircuit dengan pemograman akan menyebabkan system tidak berfungsi.


Kapasitas penyimpanan pada ROM juga jauh lebih besar sehingga Pemograman yang lebih detil dan komplex dapat dilakukan.

Hampir keseluruhan System swiching pada Laptop motherboard diatur oleh system ini ,bahkan microcontroller pada system ini dapat melakukan 5 tahapan switching yang waktunya tidak bersamaan atauistilah ini lebih dikenal dengan Sleep State.

Microcontroller dapat menerima input ADP+sebagai perintah VALW standby pada Jalur Power utama dalam sircuit ,signal input diatur berdasarkan perintah pemograman sehingga jika signal input(adaptor current detector) terdata sesuai dengan range pemograman maka EC akan mengizinkan ADP+ masuk kedalam sircuit dan apabila input mendeteksi teganganyang berlebihan maka system akan mendorongkan analog ground untuk menghalangi ADP+ masuk kedalam sircuit dan mengaktifkan OVP(over voltage protection)

Embedded system juga mengatur berdasarkan input signal kapan harus memerintahkan melakukan system charging pada battery laptop,biasanya signal ini disebut dengan BAT_IN dan aktif ketika battery dipasang ,pendeteksian ini akan memberikan perintah untuk melakukan pengisian dengan cara mengirimkan signal CHG_Enable pada Charger IC.

Begitu banyak Embedded system terlibat didalam motherboard laptop ,mereka mengatur hampir keseluruhan input output komunikasi interface di dalam sircuit .

Diawali dengan system switching dimana EC menerima signal EC_ON untuk mengatifkan Embedded controler dan mengaktifkan VS signal (State enable) kemudian mengirimkan signal driver gate untuk mengaktifkan Power state berdasarkan urutan yang telah diprogramkan.

Embedded system juga menerima input pendeteksian sensor panas dan mematikan Power System jika temprature melebihi batas yang ditentukan dan banyak lagi pengaturan pengaturan yang mungkin akan saya bahas pada sesi tertutup.



copyright_adiedkhaz





Sumber : view-source:https://adiedkhaz.blogspot.co.id/p/microcotroller.html

0 komentar:

Posting Komentar